PENTINGNYA IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI

 

https://mysiloam-api.siloamhospitals.com/public-asset/website-cms/website-cms-16814387792226037.webp

Imunisasi merupakan investasi kesehatan masa depan karena pencegahan penyakit melalui imunisasi cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh murah dibandingkan mengobati seseorang apabila jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Menurut Rizema, P. (2012 ) ada 3 manfaat imunisasi bagi anak, keluarga dan negara adalah sebagai berikut : 1) Manfaat untuk anak adalah untuk mencegah penderitaan yang di sebabkan oleh penyakit dan kemungkinan cacat atau kematian.; 2) Manfaat untuk keluarga adalah untuk menghilangkan kecemasan dan biaya pengobatan apabila anak sakit. Mendorong keluarga kecil apabila orang tua yakin menyalani masa kanak-kanak dengan aman.; 3) Manfaat untuk negara adalah untuk mamperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara dan memperbaiki citra bangsa Indonesia diantara segenap bangsa di dunia [1]

Cakupan imunisasi di Indonesia tahun 2013 sebesar 59,2%. Setiap tahun lebih 1,4 juta anak di dunia meninggal karena berbagai penyakit yang sesungguhnya dapat dicegah dengan imunisasi. Beberapa penyakit menular yang termasuk ke dalam Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) antara lain: Difteri, Tetanus, Hepatitis B, radang selaput otak, radang paru-paru, pertusis, dan polio. Anak yang telah diberi imunisasi akan terlindungi dan terhindar dari kesakitan, kecacatan atau kematian [2]

Imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap tubuh anak. Caranya adalah dengan memberikan vaksin. Vaksin berasal dari bibit penyakit tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang terlebih dahulu dilemahkan. Sehingga tidak berbahaya lagi bagi kelangsungan hidup manusia (Riyadi, 2012) [3] Proses pembentukan antibodi untuk melawan antigen secara alamiah disebut imunisasi alamiah, sedangkan program imunisasi melalui pemberian vaksin adalah upaya stimulasi terhadap sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi dalam upaya melawan penyakit dengan melumpuhkan antigen yang telah dilemahkan yang berasal dari vaksin. Sedangkan yang dimaksud vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat antibody yang dimasukkan kedalam tubuh melalaui suntikan seperti vaksin BCG, Hepatitis, DPT, Campak, dan melalui mulut seperti Polio [4]

 

https://promkes.kemkes.go.id/imagex/content/d9acf5d79_imunisasi.png

Dalam peraturan pemerintah, lima jenis imunisasi dasar yang wajib diberikan pada bayi mulai dari umur 0- 12 bulan yaitu imunisasi yang dapat mencegah penyakit antara lain TBC, difteri, tetanus, pertusis, poliomyelitis, campak dan hepatitis B. Imunisasi dasar lengkap yang wajib diperoleh bayi sebelum umur 1 tahun tersebut adalah imunisasi BCG yang dilakukan pada bayi usia 0-11 bulan dan hanya satu kali diberikan, imunisasi DPT yang diberikan 3 kali pada usia 2-11 bulan, imunisasi polio yang diberikan 4 kali pada usia 0-11 bulan, imunisasi campak yang diberikan 1 kali pada bayi usia 1-11 bulan (Hidayah et al., 2018) [5]

Status imunisasi dasar lengkap dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi status imunisasi dasar lengkap pada bayi diantaranya faktor pendukung yang terdiri dari karakteristik ibu (pendidikan dan pekerjaan), pengetahuan ibu, sikap ibu, dan status ekonomi keluarga. Faktor pemungkin terdiri dari ketersediaan sarana pelayanan kesehatan, dan akses ke pelayanan kesehatan. Faktor penguat yang terdiri dari dukungan petugas kesehatan, dukungan keluarga, dan dukungan toga/toma [6]


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Aswan, Yulinda, and Mei Adelina Harahap, ‘Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Posyandu Desa Sigumuru Kecamatan Angkola Barat Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Jurnal Peng’, Jurnal Pengabdain Masyarakat Aufa, 2.2 (2021)

Dompas Robin, Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado, ‘Gambaran Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 0-12 Bulan’, Jurnal Ilmiah Bidan, 000 (2013), 71–76

Hidayah, Nurul, Hetty Maria Sihotang, and Wanda Lestari, ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2017’, Jurnal Endurance, 3.1 (2018), 153 <https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2820>

Mallinder, P. A., K. M. Lawler, S. M. Bonner, C. Sinclair, and C. Dodds, ‘A Fundamental Problem of Consent. Patients’ Views Have Been Surveyed.’, BMJ (Clinical Research Ed.), 310.6984 (1995), 937

Sapardi, Vivi Syofia, Velga Yazia, and Mira Andika, ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Melakukan Pemenuhan Imunisasi Dasar Bayi Usia 0-12 Bulan’, Jurnal Kesehatan Mercusuar, 4.1 (2021), 48–56 <https://doi.org/10.36984/jkm.v4i1.162>

Triana, Vivi, ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2015’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10.2 (2017), 123–35 <https://doi.org/10.24893/jkma.v10i2.196>

https://promkes.kemkes.go.id/imagex/content/d9acf5d79_imunisasi.png Diakses pada 23/11/2023 Pukul 10.36

https://mysiloam-api.siloamhospitals.com/public-asset/website-cms/website-cms-16814387792226037.webp Diakses pada 23/11/2023 Pukul 10.38

https://www.prenagen.com/images/uploads/x1588649164-jarang-disadari-pentingnya-imunisasi-untuk-bayi-anda.jpg.pagespeed.ic.-mkfEkAWqo.jpg Diakses pada 23/11/2023 Pukul 10.41

 

 



[1] Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Manado Dompas Robin, ‘Gambaran Pemberian Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 0-12 Bulan’, Jurnal Ilmiah Bidan, 000 (2013), 71–76.

[2] Vivi Triana, ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2015’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10.2 (2017), 123–35 <https://doi.org/10.24893/jkma.v10i2.196>.

[3] Nurul Hidayah, Hetty Maria Sihotang, and Wanda Lestari, ‘Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Tahun 2017’, Jurnal Endurance, 3.1 (2018), 153 <https://doi.org/10.22216/jen.v3i1.2820>.

[4] Yulinda Aswan and Mei Adelina Harahap, ‘Pendidikan Kesehatan Tentang Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap Pada Bayi Di Posyandu Desa Sigumuru Kecamatan Angkola Barat Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidimpuan Jurnal Peng’, Jurnal Pengabdain Masyarakat Aufa, 2.2 (2021).

[5] Vivi Syofia Sapardi, Velga Yazia, and Mira Andika, ‘Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Melakukan Pemenuhan Imunisasi Dasar Bayi Usia 0-12 Bulan’, Jurnal Kesehatan Mercusuar, 4.1 (2021), 48–56 <https://doi.org/10.36984/jkm.v4i1.162>.

[6] P. A. Mallinder and others, ‘A Fundamental Problem of Consent. Patients’ Views Have Been Surveyed.’, BMJ (Clinical Research Ed.), 310.6984 (1995), 937.

Komentar

Postingan Populer